Pages

24.1.12

Seribu Satu Wajahmu

Surat Cinta #4

Hai kamu..
Ah, aku mendadak hilang kata.

*dan betulan berbilang menit aku diam mengulum senyum, terpana setelah melihatmu*

Hmm.. baiklah..

*tarik nafas 4 hitungan, hembus 8 hitungan*

Lagi-lagi kamu mempesonaku. Kamu dan seribu wajahmu di atas panggung. Laki-laki yang cintanya ditentang keluarga dan laki-laki yang didorong temannya untuk memberi bunga, berhasil kamu hidupkan. Pada dua wajahmu itu, aku mau jatuh cinta. Kupikir aku jatuh cinta pada mereka karena mereka memang peran yang tera karakternya.

Seribu wajah kamu hidupkan, tapi aku mencari satu wajah aslimu.

Lalu aku melihat wajahmu yang lain tepat sebelum kutulis ini. Dan kamu lihat sendiri, memulai menulis ini pun jadi amat sulit karena aku sibuk meredakan pesonamu yang berputar di kepalaku. Wajah siapa yang kamu hidupkan di situ? Hmm.. bukan siapa-siapa. Di situ kamu sedang menjadi.. diri sendiri.

Ah, mungkin yang kulihat tadi adalah yang paling dekat bisa kulihat dari wajah aslimu. Begitu turun panggung, kamu amat berbeda. Datar. Sampai-sampai aku masih ingat saat pertama kali melihatmu tertawa, karena waktu itu aku berpikir "Wah, dia bisa tertawa juga..". Datar, redup, diam, sulit ditebak. Yah, setidaknya begitulah yang tertangkap mataku saat kamu di luar panggung.

Sebentar, jangan-jangan kamu mutiara? Wajahmu tersembunyi dalam cangkang yang cuma terbuka di bawah sorotan lampu panggung.

Pada wajahmu di luar panggung, aku tak pernah tertarik. Kamu begitu datarnya sampai-sampai diam saja waktu kubilang "Aku selalu naksir kamu yang di atas panggung" sementara aku yakin akan ada orang yang menjawab itu dengan balik bertanya "Kalau di luar panggung, naksir juga nggak?" haha..

Pada seribu wajahmu, aku terpesona.
Pada satu wajahmu yang belum pernah kulihat, aku..
..menunggu kejutannya.

2 komentar dari orang baik :):

titisha said...

cuneeee.. i like it..
dilema itu kalo jam segini baru mulai baca blog lo.. bisa jadi malem panjang banget nih buat gw atau berusaha untuk ga lanjut baca post yg lain tapi jadinya penasaran..

Shanti said...

aaaaah titiiiiiis komen lu bisa banget.. jadi mayuuuu..

makasih tis :)
tidur gih hahah besok lagi bacanya..

 
Header Image from Bangbouh @ Flickr