4.8.12

Tipe "Kebribadian" Sanguinis, Phlegmatis, Koleris, dan Melankolis


Dari twitnya @dubidupap, diedit oleh @sicune tanpa mengubah isi.

6 tahun kuliah psikologi, baru hari ini ngeh sebetulnya dari mana asalnya tipe2 'kepribadian' sanguinis, phlegmatis, koleris dan melankolis. Selama ini banyak yang tanya tapi ga pernah bisa jawab karena di buku manapun yang aku pelajari kayaknya tokoh psikologi modern (abad 19-20an) ga ada yang bahas tentang ini.

Istilah 4 tipe kepribadian sanguin, phlegmatis, koleris, dan melankolis ternyata datang dari Claudius Galen, filsuf sekaligus dokter yang hidup tahun 129-200. Ide Galen berangkat dari teori Yunani kuno tentang mekanisme kerja tubuh berdasarkan distribusi cairan tubuh (humourism) yang dikemukakan Empedocles. Mundur sedikit, Empedocles bilang distribusi cairan tubuh kita itu adalah representasi 4 elemen dasar (earth, air, fire, dan water) dalam tubuh. Emang agak absurd tapi namanya juga filsuf, kebayang di jaman itu kan kita ga punya pedoman menjelaskan fenomena alam jadi idenya waktu itu diterima. Hippocrates, yang juga lebih dikenal sebagai "Father of Medicine" bahkan mengembangkan model medis dari teori Empedocles tersebut.

200 tahun kemudian, Galen mengemukakan bahwa ada hubungan langsung antara seberapa banyak cairan tubuh tertentu berhubungan dengan aspek-aspek kepribadian manusia. Aspek kepribadian yang dimaksud misalnya seperti kecenderungan emosi dan perilaku manusia, atau dia sebut juga sebagai "temperamen". Menurut Galen, kalau salah satu cairan tubuh (humour) porsinya lebih banyak dalam tubuh, maka salah satu tipe kepribadian juga akan tampil dominan pada orang tersebut.

Menurut Galen, orang Sanguinis adalah mereka yang punya kadar darah lebih banyak dalam tubuh[1] Orang dengan tipe kepribadian Sanguinis cenderung warm-hearted (aku bingung padanan bahasa indonesianya apa), ceria, optimis, PD, namun juga egois. Orang Phlegmatis adalah mereka yang punya lebih banyak kadar lendir dalam tubuh[2]. Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung tenang, cool, rasional, dan konsisten namun juga lamban dan pemalu. Orang Koleris adalah mereka yang punya kadar cairan empedu lebih banyak dalam tubuh[3]. Karakteristik orang koleris menurut Galen adalah bersemangat, antusias, enerjik, dan passionate. Terakhir, orang melankolis adalah mereka yang punya kadar black bile lebih banyak dalam tubuh[4]. Orang dengan tipe kepribadian melankolis cenderung lebih mudah sedih dan depresi (mood-nya lebih gloomy), artistik dan puitis.

Dengan adanya pandangan dasar bahwa keseimbangan cairan tubuh mempengaruhi kepribadian manusia, maka Galen percaya permasalahan kepribadian/temperamental manusia bisa diatasi dengan pendekatan fisik, seperti diet dan latihan fisik yang tepat. Galen bahkan beberapa kali menangani orang yang datang dengan keluhan sebagai orang yang 'terlalu egois' dengan cara mengeluarkan sejumlah darah orang tersebut karena menurut Galen, 'egois' adalah salah satu karakteristik tipe temperamen Sanguinis yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kadar darah dalam tubuh. Cara Galen waktu itu adalah dengan memotong daging orang tersebut atau mengambil darahnya lewat pembuluh darah (sama kayak kalo sekarang kita ambil darah). Pandangan ini bertahan di dunia kedokteran sampai masa Reinassance, hingga ditemukan ada lebih dari 200 kesalahan Galen dalam menyusun sistem anatomi.

Meskipun agak absurd dan error, pandangan Galen ini jadi cikal bakal berkembangnya teori kepribadian dalam psikologi modern. Misalnya, tahun 1947, Hans Eysenck menyimpulkan bahwa aspek temperamen dalam kepribadian seseorang memang memiliki dasar biologis. Dari situ Eysenck kemudian mengembangkan trait kepribadian neuroticism dan extraversion. Walau pendekatan Galen dianggap pseudo-science, ilmu psikologi modern sepakat dengannya soal adanya hubungan antara masalah mental dengan fisik. Sebagian besar ilmuwan psikologi modern juga brpendapat bahwa gangguan psikologis atau kecenderungan kepribadian orang memiliki landasan biologis.

Nah, jadi aku agak bingung juga kalo ditanya soal 'aku ini tipe sanguinis, melankolis, koleris, atau phlegmatis?'. Pertama karena aku ga mungkin bedah-bedah kalian dulu untuk tahu mana cairan tubuh yang lebih dominan dalam tubuh kalian. Kedua, dasar pandangannya mengenai keseimbangan cairan tubuh juga sudah kurang tepat dan dibuktikan oleh sains pada masa itu. Ketiga, aku kurang sreg dengan pengelompokan saklek kepribadian kita lebih masuk ke tipe yang mana kalo tujuannya belum jelas. Khawatirnya nanti jadinya malah saat sudah tahu kecenderungan kepribadiannya dengan sejumlah trait-nya malah bikin kita membatasi diri sendiri. Aku sih sebisa mungkin menghindari melabel atau mendiagnosis orang kalau nantinya malah jadi membatasi atau ga membantu orang tersebut ;)

Oke, sekian dulu sharing dari aku tentang tipe 'kepribadian' sanguinis, koleris, phlegmatis, dan melankolis-nya :)

Sumber:


[1] “Sanguin” berasal dari bahasa Latin “sanguineus” yang artinya “yang berhubungan dengan darah
[2] “Phlegm” berasal dari bahasa Yunani kuno “phlegma” yang artinya “cairan lembab dan dingin dalam tubuh”
[3] “Choler” berasal dari bahasa Latin “cholera” yang artinya “cairan kuning-hijau dihasilkan liver (cairan empedu)”
[4] “Melancholy” berasal dari bahasa Yunani “melas chole” yang artinya “cairan yang dihasilkan oleh ginjal”. (Maap ga nemu padanannya dalam bahasa Indonesia -S)

0 komentar dari orang baik :):

 
Header Image from Bangbouh @ Flickr