4.9.12

Kata Atha Tentang Hijab


~ Dari twitnya @atharasyadi dengan tagar #IHSD, 
disunting oleh @sicune tanpa mengubah isi


4 September, hari solidaritas hijab sedunia? Aah, semoga ketangguhan selalu menyertai mereka yang bangga akan agamanya dengan senantiasa berhijab :)

Mungkin ngoceh dulu dikit kali ya soal jilbab pagi-pagi gini. Murni pandangan saya sebagai laki-laki, jadi mungkin akan banyak ngaconya.

Bagi saya yang memutuskan tidak akan mengenakan jilbab, perkara berhijab bagi wanita muslim itu wajib, konsekuensi dari keislamannya. Kenapa? Ya, karena itu perintah Allah dan dalilnya jelas. Silahkan cek QS An-Nur ayat 31 dan hadits-hadits terkait. Ko gitu? Maksa banget kesannya? Perkara wajib memang merupakan konsekuensi keislaman seseorang. Kurang lebih seperti sholat. Dosakah jika meninggalkan? Kebetulan perkara dosa-pahala bukan urusan saya, biar Allah aja yang ngatur. Yang penting kita paham. He he.

Bagaimana dong dengan yang belum berhijab dan katanya ngga syar'i jilbabnya? Buat saya sih ya itu tadi, ini soal kewajiban menutup aurat. Saya menganalogikannya seperti sholat. Ada muslim yang sholatnya rajin, ada yang tidak pernah, ada yang hanya waktu-waktu tertentu saja. Ada muslim yang sholatnya khusyu', ada yang buru-buru, ada yang kepikiran macem-macem. Ada muslim yang sholatnya di masjid, ada yang lebih suka di rumah, ada yang di kuburan (ngga boleh ini). Nah, begitu juga dengan berhijab. Dia merupakan suatu kewajiban. Tapi bagaimana pelaksanaannya ya kembali pada diri masing-masing. Lagi-lagi, yang penting kita paham. Kalau merasa belum benar, ya anggap saja ini sebagai ikhtiar kita untuk mencapai kesempurnaan. Kan bukan berarti ditinggalkan, seperti sholat :)

Terus gimana kakak kalau berjilbab tapi kelakuan masih belangsak, mendingan jilbabin hati dulu dong kalau gitu? Hayo, ada yang punya jawaban? :-D Karena hati ngga punya rambut, insya Allah ngga perlu kita jilbabin.

Buat saya, perkara menutup aurat dan memiliki akhlaq yang baik adalah dua hal yang beda. Sering ngga ditanya gini, "Mendingan perempuan baik tapi belum berjilbab, atau perempuan berjilbab tapi kelakuan ngaco?". Kedua perempuan tersebut memiliki kesamaan. Melakukan kebaikan di satu sisi, tapi meninggalkan sisi lainnya. Ya gitu aja, simpel. Mengenai timbangan kebaikannya gimana, ya silahkan aja nanti cek di akhirat. Karena kita manusia ngga ada yang tau. #okesip

Gitu amet jawabannya kakak? Yah, salah sendiri nanyanya mendingan mana. Mau 'mendingan' versi apa juga kan beda-beda, hahah..

Untungnya Islam tuh baik, ngasih kewajiban yang kelihatannya susah tapi ternyata banyak manfaatnya :) Sebagai identitas, pelindung dari laki-laki yang iseng, juga sinar ultraviolet. Juga sebagai pengingat dalam berperilaku. Karena dipakai terus, mestinya efektif. Ah iya, kebetulan itu bukan pengalaman saya. Cuman kesoktauan aja dari lihat-lihat lingkungan sekitar. Manfaat lain, inget aja, wanita yang menjaga kehormatannya justru jadi dambaan laki-laki yang insya Allah baik dan kenal agamanya. #uhuk

Mari kita sudahi kicauan ini dengan istighfar. Astaghfirullah.
Bagi mereka yang berhijab, semoga istiqomah dalam menjaga kehormatannya.
Bagi yang belum, semoga disegerakan.
Bagi laki-laki, jangan coba-coba pake jilbab.
Bagi para perempuan, silahkan timpuki saya karena bicara memang selalu lebih mudah. #peace

Mari kita saling mengingatkan dengan santun tanpa merendahkan apalagi menghujat Karena ada konsekuensi dari semua hal, begitu juga beragama.

Jika kelak ada hari solidaritas jenggot sedunia, semoga punya saya sudah tumbuh.
Ahahah, selamat pagi semua! :-D

0 komentar dari orang baik :):

 
Header Image from Bangbouh @ Flickr