9.8.13
[review] Pulang: Sebuah Novel
Judul : Pulang: Sebuah Novel
Penulis : Leila S. Chudori
Tahun terbit : 2012
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Jumlah halaman : viii + 464
Waktu baca : 2 Agustus 2013 - 5 Agustus 2013
"Pulang" bercerita tentang kehidupan empat orang Indonesia yang terdampar di Paris dan keluarga satu teman mereka di Indonesia -- seluruhnya dianggap dekat dengan PKI dan oleh karenanya dianggap memiliki "dosa politik" oleh pemerintah Orde Baru. Melalui penuturan para Dimas Suryo dan tiga kawannya di Paris serta Hananto Prawiro, Surti Anandari, Aji Suryo, dan keluarganya di Indonesia, kita dibawa ke naik turun dan kelok-kelok cerita hidup orang-orang yang menjadi eksil politik atau yang diberi stempel "eks-tapol" dan "keluarga eks-tapol" sejak kasus G30S pada tahun 1965. Melalui Lintang Utara, anak seorang eksil politik yang lahir di Paris dan belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia, kita diajak berkenalan dengan Indonesia sejak mula Orde Baru sampai kejatuhannya lewat kacamata yang mungkin belum pernah kita pakai. Cerita-cerita dalam buku ini adalah cerita yang luput diceritakan --atau sengaja dibungkam-- dalam narasi sejarah Indonesia yang umum diceritakan.
Setelah membaca/mendengar berbagai review dan datang ke diskusinya di Salihara, gw punya ekspektasi tinggi atas buku ini. Karena itu, waktu nemu inkonsistensi nama dan salah ketik di sana-sini ya gw cukup kecewa. Adegan-adegan 'panas' yang bertebaran juga bikin gw mikir, "Sebenarnya adegan ini signifikan ga sih buat keseluruhan cerita? Kayaknya diapus juga ga ngaruh" dan lagi-lagi agak kecewa. Penceritaan yang sering berubah sudut pandangnya (dari sudut pandang orang pertama ke sudut pandang orang ketiga dan sebaliknya) secara tiba-tiba tanpa pola yang jelas dan gaya bahasa yang sama pada bagian-bagian yang diceritakan dengan sudut pandang orang pertama oleh orang yang berbeda juga bikin gw terganggu. Terlepas dari kekurangan-kekurangan yang gw rasakan tadi, secara keseluruhan buku ini sangat kuat. Benar-benar kuat. Gaya bahasanya kuat, berhari-hari gw jadi terlarut dan berpikir dalam gaya bahasa buku ini. Gw memang bukan sekali ini jadi berpikir dalam gaya bahasa buku yang gw baca, tapi baru sekali ini gw sulit melepaskan diri dan kembali ke gaya bahasa gw sendiri. Narasi dan deskripsinya juga kuat, gw sampai dua kali memimpikan adegan dalam buku ini.
Muatan cerita yang bernas dan penceritaan yang sangat kuat berkat riset yang serius membuat "Pulang" akhirnya menjadi buku yang bisa 'dialami', bukan sekadar 'dibaca'. Isu-isu yang diangkat juga memberi kesempatan pada pembaca untuk meninjau ke-Indonesia-annya. Untuk semua orang yang ingin punya pengalaman baru mengenai Indonesia, buku ini sangat gw rekomendasikan. Cocok dibaca di bulan kelahiran negara bernama Indonesia yang kita diami ini, barangkali sambil memikirkan ucapan ayah Leila S. Chudori, "Ada alasan mengapa kita dilahirkan sebagai orang Indonesia. Alasan itu harus kita cari sepanjang hidup kita".
7.8.13
Random Thoughts
Gw selalu yakin mereka cerdas. Diam-diam gw mempertanyakan salah satunya sih, "Kecerdasan dia dipake buat apa yak?" karena sementara yang lain keliatan jelas cerdasnya, yang satu itu enggak :p Sekarang gw tau kecerdasannya dipake buat apa, tapi... hmm.. kecerdasan emang belom tentu dipake buat yang baik. Kalo ga salah inget, gw pernah ngobrol sama dua orang di lingkaran itu dan nyadar kalo kami bisa banget jadi 'penjahat'. Semalem ngobrol sama teman lain dan lagi-lagi diingetin, karena tau kalo cerdas ya harus ati-ati biar ga jahat. I think it's beautiful, consciously strive to be good person because we know we are capable of doing bad bad bad things.
The deadliest weapon people can use against you is information. Jadi pastiin semua informasi tentang diri lu yang diketahui orang adalah informasi yang ga akan nyerang lu atau bisa lu tangani kalo dipake nyerang lu, daaaan tentu saja... baek-baek lah sama orang yang megang 'kartu' lu fufufu.
Kadang informasi datang tanpa kita minta, dan sialnya kadang kita ga pengen tau informasi itu. Aslik lah kalo kejadian rasanya pengen bisa ngapus sebagian ingatan. Semalem pusing dan mual karena hal semacam itu, bzzzz. Gw ga akan pernah bisa liat orang itu secara sama lagi. Untung kemungkinan ketemu laginya kecil.
Kadang entah kenapa rasanya kayak sendirian di ruangan tanpa pintu dan jendela. Apapun yang terjadi atau pengen diceritain ya mantul ke diri sendiri doang. Seneng, sedih, kesel, mikir, yaa sama diri sendiri aja. Ga ada lega-leganya. Akhirnya paling nulis random gini. Ya siapa suruh juga jadi orang picky amat sih. Semoga nanti bisa serasa ada di ruang terbuka lagi, ruang terbuka di mana ada tempat yang menunggu dan selalu bisa dituju. Semoga tidak lama lagi, meskipun gimana caranya ya dipikir teu kapikir.
The deadliest weapon people can use against you is information. Jadi pastiin semua informasi tentang diri lu yang diketahui orang adalah informasi yang ga akan nyerang lu atau bisa lu tangani kalo dipake nyerang lu, daaaan tentu saja... baek-baek lah sama orang yang megang 'kartu' lu fufufu.
Kadang informasi datang tanpa kita minta, dan sialnya kadang kita ga pengen tau informasi itu. Aslik lah kalo kejadian rasanya pengen bisa ngapus sebagian ingatan. Semalem pusing dan mual karena hal semacam itu, bzzzz. Gw ga akan pernah bisa liat orang itu secara sama lagi. Untung kemungkinan ketemu laginya kecil.
Kadang entah kenapa rasanya kayak sendirian di ruangan tanpa pintu dan jendela. Apapun yang terjadi atau pengen diceritain ya mantul ke diri sendiri doang. Seneng, sedih, kesel, mikir, yaa sama diri sendiri aja. Ga ada lega-leganya. Akhirnya paling nulis random gini. Ya siapa suruh juga jadi orang picky amat sih. Semoga nanti bisa serasa ada di ruang terbuka lagi, ruang terbuka di mana ada tempat yang menunggu dan selalu bisa dituju. Semoga tidak lama lagi, meskipun gimana caranya ya dipikir teu kapikir.
4.8.13
Setelah Lulus, Lalu Apa?
Kata Mbak Har, "Pendidikan itu pelayanan".
Gw setuju, sangat setuju.
Pendidikan itu pelayanan dan pengabdian.
Memilih untuk berkarir di bidang pendidikan artinya harus sepenuhnya sadar kalo lu ga bisa berharap berlimpah uang dari situ.
Memilih untuk berkarir di bidang pendidikan artinya harus sepenuhnya sadar kalo lu akan punya impact besar pada kehidupan orang lain. Bayangin tanggung jawabnya!
Bismillah..
Dan pertanyaan selanjutnya adalah..
"Di mana?"
D*mn K' RR for the convo on the day before my thesis defense :p
Gw setuju, sangat setuju.
Pendidikan itu pelayanan dan pengabdian.
Memilih untuk berkarir di bidang pendidikan artinya harus sepenuhnya sadar kalo lu ga bisa berharap berlimpah uang dari situ.
Memilih untuk berkarir di bidang pendidikan artinya harus sepenuhnya sadar kalo lu akan punya impact besar pada kehidupan orang lain. Bayangin tanggung jawabnya!
Bismillah..
Dan pertanyaan selanjutnya adalah..
"Di mana?"
aku lupa sejak kapan,
bayang-bayang yang mengikutiku jadi ada dua
mungkin matahari jatuh dengan sudut yang aneh di tubuhku
mungkin juga sebelah kakiku terpacak pada kenangan tentangmu
31.7.13
It All Ends - 7.30
10:13 - 11:43
Lalu "Iya, kamu lulus kok" dan langsung setengah ngglosor di meja, ga kontrol abis :))
Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah :')
Lalu "Iya, kamu lulus kok" dan langsung setengah ngglosor di meja, ga kontrol abis :))
Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah :')
28.7.13
Oleh-Oleh #BuberTahu2013
Kita telah berada pada masa yang dulu kita sebut "masa depan".
Kita telah menjadi apa yang kita cita-citakan.
Ngobrol sama PP di depan IPA 1 dan sampe pada kesimpulan itu. Apa yang dulu kita angankan sambil makan mi ayam/soto/nasi kuning dan "ngebir" (alias minum marimas apel :p) udah jadi masa kini yang kita hidupi. Kalimat kedua bisa jadi "Apakah kita telah menjadi yang kita cita-citakan?" sih, apalagi kalo bicara konsistensi, tapi secara umum gw melihat sebagian besar dari kita berjalan di jalan yang dulu kita rancang itu. Menjadi apa yang kita cita-citakan, atau setidaknya sedang bergerak ke sana. "Edan ntar kita reunian pada bawa anak siah!" yang kita ucapkan 8-10 taun yang lalu pun sekarang udah terjadi :D
I always feel grateful when realizing that..
they know me and I know them.
Dari yang permukaan kayak "Lu kieu-kieu wae ih" dan "Tas lu masih berat ajaaaa! Bawa apaan siiiih?!" (hahaha :p) sampe yang lebih personal. Meskipun jarang ketemu, mereka tau cerita gw. Ilham inget dan nanya "Gimana sama si xxxx?". Gw pun tau dan bisa liat pola mereka. Gw super takjub sama cerita Aryo karena film banget parah dan karena ini ga kayak dia biasanya (Congrats, btw! Seneng banget gw dengernya :D).
Barangkali tempat itu memang tempat terbaik untuk menjadi diri sendiri dalam bentuk terbaiknya.
Merhatiin seorang teman yang selalu dateng acara Tahu Logay pake jaket angkatan (baru taun ini doang ga pake, tapi kali ini dia bawa buku tahunan) trus nanya ke si Pay gimana orang itu pas kuliah dan dapet jawaban yang cukup ngagetin. "Mungkin dia paling ngerasa diterima di sini ya Pay", kata gw. "Ya padahal mah di sini ge dicengin wae sih sebenernya", kata Pay. Iya juga ya, suka dicengin juga di sini, tapi ternyata buat dia kita tetep segitunya ya. Jadi nyess gimana gitu gw. We do make fun of each other, but I guess we never push anyone to be someone they're not.
Intinya mah gw ga nyesel tetep dateng meskipun sakit kepala parah :D
Trus gw kembali jadi bendahara (kali ini dadakan) ahahaha.. Kayaknya hampir tiap taun dah :))
Terima kasih banyak teman-teman Tahu Logay tersayang :)
Kita telah menjadi apa yang kita cita-citakan.
Ngobrol sama PP di depan IPA 1 dan sampe pada kesimpulan itu. Apa yang dulu kita angankan sambil makan mi ayam/soto/nasi kuning dan "ngebir" (alias minum marimas apel :p) udah jadi masa kini yang kita hidupi. Kalimat kedua bisa jadi "Apakah kita telah menjadi yang kita cita-citakan?" sih, apalagi kalo bicara konsistensi, tapi secara umum gw melihat sebagian besar dari kita berjalan di jalan yang dulu kita rancang itu. Menjadi apa yang kita cita-citakan, atau setidaknya sedang bergerak ke sana. "Edan ntar kita reunian pada bawa anak siah!" yang kita ucapkan 8-10 taun yang lalu pun sekarang udah terjadi :D
I always feel grateful when realizing that..
they know me and I know them.
Dari yang permukaan kayak "Lu kieu-kieu wae ih" dan "Tas lu masih berat ajaaaa! Bawa apaan siiiih?!" (hahaha :p) sampe yang lebih personal. Meskipun jarang ketemu, mereka tau cerita gw. Ilham inget dan nanya "Gimana sama si xxxx?". Gw pun tau dan bisa liat pola mereka. Gw super takjub sama cerita Aryo karena film banget parah dan karena ini ga kayak dia biasanya (Congrats, btw! Seneng banget gw dengernya :D).
Barangkali tempat itu memang tempat terbaik untuk menjadi diri sendiri dalam bentuk terbaiknya.
Merhatiin seorang teman yang selalu dateng acara Tahu Logay pake jaket angkatan (baru taun ini doang ga pake, tapi kali ini dia bawa buku tahunan) trus nanya ke si Pay gimana orang itu pas kuliah dan dapet jawaban yang cukup ngagetin. "Mungkin dia paling ngerasa diterima di sini ya Pay", kata gw. "Ya padahal mah di sini ge dicengin wae sih sebenernya", kata Pay. Iya juga ya, suka dicengin juga di sini, tapi ternyata buat dia kita tetep segitunya ya. Jadi nyess gimana gitu gw. We do make fun of each other, but I guess we never push anyone to be someone they're not.
***
Intinya mah gw ga nyesel tetep dateng meskipun sakit kepala parah :D
Trus gw kembali jadi bendahara (kali ini dadakan) ahahaha.. Kayaknya hampir tiap taun dah :))
Terima kasih banyak teman-teman Tahu Logay tersayang :)
20.7.13
Allah Maha Cool! :D
Setelah 3,5 hari 'tidur kabur' dan bengong bego mulu, Kamis pagi habis sahur gw minta tidur kali itu menyiapkan gw untuk langsung ngerjain tesis sampe selese ga pake berhenti-berhenti ga penting lagi. Keadaan udah genting banget soalnya, Kamis sore atau Jumat pagi gw harus ngumpulin revisi 5 bab tesis sedangkan progress saat itu parah banget. Sebelumnya gw berdoa minta diredakan hati gw, dan yaa reda lah lumayan hati gw, tapi otak tetep ga bisa mikir ahahaha..
Udah tuh ya gw tidur, ga lama, paling 1,5 jam doang.
Pas tidur, gw mimpi lagi jadi orang sibuk di acara apa gitu, ya macam jadi Stage Manager di MBIC kemaren lah.....
......trus entah gimana ditengokin Posko & BPPKO gw dulu.
Ada A' Endruw, A' Adhy, T' Isma, T' Bai, A' Fahmi, Manu, A' Zae, T' Juwee, A' Hasan, T' Inna, T' Guadish, A' Andrew dll. Orang-orang yang sangat gw hormati, yang pada mereka hati dan kepala gw runduk dan gw merasa jadi adik. Orang-orang yang ngedidik gw. Orang-orang yang matriin "fight and win", "jangan batasi diri", dan "professional, no doubt" ke gw.
Mereka pada duduk-duduk gitu, ngobrol dan ketawa-ketawa. Hangat kayak di sekret atau altar :) Trus ada yang nyamperin gw, meluk gw dan nanya gw kenapa. Gw diem aja, tapi trus dia nasehatin dan nyemangatin gw. Dia nyuruh gw wudhu dan nyebut nama Allah setiap memulai dan mengakhiri sesuatu. Trus gw nangis. Sementara gw nangis ke orang yang nyamperin gw itu, di antara yang lagi ngobrol & ketawa-ketawa di latar belakang ada yang nyeletuk "Ah pasti bisa si Cune mah.." dan entah apa kalimatnya tapi intinya "Tenang aja, lo ga sendirian". Ahhh :')
Trus udah, gw kebangun dalam keadaan berair mata.
Habis itu gw inget-inget mimpinya trus nangis sesenggukan parah -- antara akhirnya bisa nangis atas ini dan terharu campur ketawa karena Allah cool banget ngebantuin gwnya. Ngasih mimpi berisi Posko & BPPKO, man! Dia bener-bener tau gimana harus ngehibur dan nyemangatin gw :'D
Habis itu beneran loh hati akhirnya tenang dan pikiran akhirnya jernih. Gw bisa ngebut ngerjain tesis nonstop sampe sore trus lanjut lagi malemnya. Meskipun kerjaan 3,5 hari ga bisa dikejar dalam 1 hari, seenggaknya pas Jumat pagi ngumpulin gw bisa pengakuan dosa kalo ada bagian ini itu yang belom gw ketik tapi akan gw isi dengan ini itu dan di-oke-in Mbaknya. Alhamdulillah :)
Jadi begitulah, bener kata Input, Allah tu tanggung jawab.
Janjinya selalu pasti, bahkan pada hamba yang ibadahnya kacrut macam gw hehe..
Alhamdulillah.. Makasih yaaa :')
Udah tuh ya gw tidur, ga lama, paling 1,5 jam doang.
Pas tidur, gw mimpi lagi jadi orang sibuk di acara apa gitu, ya macam jadi Stage Manager di MBIC kemaren lah.....
......trus entah gimana ditengokin Posko & BPPKO gw dulu.
Ada A' Endruw, A' Adhy, T' Isma, T' Bai, A' Fahmi, Manu, A' Zae, T' Juwee, A' Hasan, T' Inna, T' Guadish, A' Andrew dll. Orang-orang yang sangat gw hormati, yang pada mereka hati dan kepala gw runduk dan gw merasa jadi adik. Orang-orang yang ngedidik gw. Orang-orang yang matriin "fight and win", "jangan batasi diri", dan "professional, no doubt" ke gw.
Mereka pada duduk-duduk gitu, ngobrol dan ketawa-ketawa. Hangat kayak di sekret atau altar :) Trus ada yang nyamperin gw, meluk gw dan nanya gw kenapa. Gw diem aja, tapi trus dia nasehatin dan nyemangatin gw. Dia nyuruh gw wudhu dan nyebut nama Allah setiap memulai dan mengakhiri sesuatu. Trus gw nangis. Sementara gw nangis ke orang yang nyamperin gw itu, di antara yang lagi ngobrol & ketawa-ketawa di latar belakang ada yang nyeletuk "Ah pasti bisa si Cune mah.." dan entah apa kalimatnya tapi intinya "Tenang aja, lo ga sendirian". Ahhh :')
Trus udah, gw kebangun dalam keadaan berair mata.
Habis itu gw inget-inget mimpinya trus nangis sesenggukan parah -- antara akhirnya bisa nangis atas ini dan terharu campur ketawa karena Allah cool banget ngebantuin gwnya. Ngasih mimpi berisi Posko & BPPKO, man! Dia bener-bener tau gimana harus ngehibur dan nyemangatin gw :'D
Habis itu beneran loh hati akhirnya tenang dan pikiran akhirnya jernih. Gw bisa ngebut ngerjain tesis nonstop sampe sore trus lanjut lagi malemnya. Meskipun kerjaan 3,5 hari ga bisa dikejar dalam 1 hari, seenggaknya pas Jumat pagi ngumpulin gw bisa pengakuan dosa kalo ada bagian ini itu yang belom gw ketik tapi akan gw isi dengan ini itu dan di-oke-in Mbaknya. Alhamdulillah :)
Jadi begitulah, bener kata Input, Allah tu tanggung jawab.
Janjinya selalu pasti, bahkan pada hamba yang ibadahnya kacrut macam gw hehe..
Alhamdulillah.. Makasih yaaa :')
15.7.13
30 jam terakhir berasa 30 jam terpanjang dalam hidup gw. Asli rasanya kayak berhari-hari. Hari-hari zombie. Hati kayak kecabut, sisa lubang kosong yang bikin sakit kalo tarik napas. Otak kayak ditiban kapas yang banyak sampe isinya kabur semua trus pikirannya kosong tapi sumpek sama kapas-kapas ga jelas itu. Hidup jalan terus secara otomatis sekaligus kayak di-pause.
Semua karena beberapa baris yang tiba-tiba masuk di GTalk.
Beberapa hal kehilangan makna, beberapa hal mencuat maknanya (sialan banget lagu-lagu tertentu, tiba-tiba liriknya bikin pengen nangis padahal biasanya biasa aja). Ga berminat ngapa-ngapain, maunya tidur aja padahal hari ini deadline 2 bab tesis. Sempet kedistrak statistik dkk sampe berfungsi lagi tapi ya habis itu hang lagi.
This time I didn't say goodbye properly, I didn't say any goodbye at all. Padahal lagi normal-normalnya, padahal ga sampe sejam sebelumnya masih ngobrol. Tapi mungkin mendingan gini ya? Tiba-tiba ngilang dan ga dicari.
Yaudahlah.
Maaf.
Semua karena beberapa baris yang tiba-tiba masuk di GTalk.
Beberapa hal kehilangan makna, beberapa hal mencuat maknanya (sialan banget lagu-lagu tertentu, tiba-tiba liriknya bikin pengen nangis padahal biasanya biasa aja). Ga berminat ngapa-ngapain, maunya tidur aja padahal hari ini deadline 2 bab tesis. Sempet kedistrak statistik dkk sampe berfungsi lagi tapi ya habis itu hang lagi.
This time I didn't say goodbye properly, I didn't say any goodbye at all. Padahal lagi normal-normalnya, padahal ga sampe sejam sebelumnya masih ngobrol. Tapi mungkin mendingan gini ya? Tiba-tiba ngilang dan ga dicari.
Yaudahlah.
Maaf.
10.7.13
Kemarin, pada suatu ayat tiba-tiba gw tercekat dan air mata gw merebak. Bukan setelah melafalkan dan memunculkan artinya di benak, tapi ketika mulai membaca huruf pertamanya. Begitu saja.
9.7.13
Sudut Pandang
Tadinya mikir
"Duh berat banget nih Ramadhan pas lagi jauh, tanpa persiapan pula"tapi trus mikir
"Lah justru kali, jadi momentum buat deket lagi".Okelah, siap-siap kilat (baca: download Evaluasi Ibadah dan bikin target super santai) kalo gitu dan marilah!
Selamat menghidupkan Ramadhan!
7.7.13
The Doping
Setelah 3 hari TC yang harinya nyambung semua alias gw nyaris ga tidur ditambah hari GR yang makan energi banyak banget karena sh*ts happened, gw bersyukur banget karena di hari H ada hal-hal yang bikin energi gw naik dan gw berada dalam keadaan tenang & stabil optimal.
Pagi-pagi sebelum berangkat (di mana gw ga bisa tidur di bis karena harus rapat dan briefing demi bisa langsung jalan begitu sampe GKJ) ada duduk sebelahan dan ngobrol selewatan di kantin asrama.
Pas di bis tiba-tiba orang di sebelah gw, partner gw di proyek ini yang sempet bikin gw spanneng, nyanyi "Don't you worry there, my honey / We might not have any money / But we've got our love to pay the bills / Maybe I think you're cute and funny / Maybe I wanna do what bunnies do with you, if you know what I mean" dan tentu saja refleks gw sambung "Oh let's get rich and buy our parents homes in the south of France / Let's get rich and give everybody nice sweaters and teach them how to dance / Let's get rich and build a house on a mountain making everybody look like ants / From way up there, you and I, you and I" bahkan sebelum gw inget itu lagu judulnya apa. Dia heran "Eh lo tau lagu ini juga?" dan gw mikir heran yang sama tapi hangat karena mendadak nyanyi comfort song gw bareng partner gw. Langsung 'in', tenang dan nyaman kerja bareng dia hari itu :D
Pas doa bersama dan conditioning sebelum show pertama, ada my right person. Biarin dibilang lebay, tapi ya gitu deh.. *udah ditulis tapi ga lolos sensor buat masuk sini :p* Pokoknya habis itu gw tenang dan stabil banget. Apapun yang terjadi, gw yakin bisa ngatasin dengan baik-baik aja.Terima kasih banyak :)
24.6.13
Tentang Perubahan dan Kehilangan
Waktu pertama kali ke kampus setelah kios-kios di stasiun UI diancurin, gw nyaris kelewat ga turun di stasiun UI. Waktu itu gw tidur, biasa lah ya tidur di kereta, trus pas bangun ngelirik ke jendela, biasa lah ya kalo berangkat duduk di sisi peron arah Jakarta dan kalo kebangun dari tidur ngelirik buat tau udah sampe mana. Nah pas ngelirik itu yang gw liat cuma bidang kosong, jadi gw pikir itu bukan stasiun UI. Gw pun ngeliat depan lagi dan siap-siap merem lagi, tapi..... pas liat depan kok baliho-baliho UI ya? JENGJENG! Langsung loncat berdiri lah dan buru-buru ke pintu, soalnya kereta udah berhenti sejak gw ngelirik sebelumnya dan pintu udah kebuka. Untung masih keburu turun. Fyuh..
Hampir 8 taun gw terbiasa dengan pemandangan yang sama setiap kali gw ngeliat stasiun UI dari jendela kereta. Waktu itu berubah, wajar dong ya kalo gw jadi bingung. Rasanya juga aneh, kosong, dan gw kehilangan.
Hmm tapi ya namanya manusia yang punya kemampuan adaptif, lama-lama gw nemu petunjuk visual baru tentang stasiun UI. Masih ada rasa kehilangan, tapi seenggaknya gw bisa tetep berfungsi di keadaan yang baru.
Maka begitulah juga dengan berbagai perubahan dan kehilangan yang lain. Pasti berasa, pasti, tapi gw cukup yakin gw bisa tetep bisa berfungsi di keadaan yang baru, entah gimana caranya.
We can't reenact memories...
...but we can always make new memories :)
18.6.13
Deja Vu
Kalian pada pernah deja vu ga?
Gw sering, terutama deja vu yang 'kejadian pertama'nya mimpi. Trus jarak dari mimpi ke kejadian sebenernya bisa bertaun-taun gitu.
Nah, sekarang gw berasa kayak deja vu lagi, dan 'kejadian pertama'nya nyata.
Paruh pertama 2009.
Kali ini pun begitu.
Semoga semua perbedaan yang gw lakuin selama deja vu panjang ini menghasilkan akhir yang berbeda dari kejadian pertamanya.
Not easy, but this will be worth it.
I still have two similar dreams to catch, there's no way I can let myself being traumatized by this dreamcatching project.
Gw sering, terutama deja vu yang 'kejadian pertama'nya mimpi. Trus jarak dari mimpi ke kejadian sebenernya bisa bertaun-taun gitu.
Nah, sekarang gw berasa kayak deja vu lagi, dan 'kejadian pertama'nya nyata.
Paruh pertama 2009.
Apa yang kalian lakuin kalo lagi ngalamin deja vu?
Gw, entah kenapa, cenderung berusaha 'mutus' deja vu-nya dengan ngelakuin sesuatu yang beda dari apa yang gw inget sebagai kejadian pertamanya.Kali ini pun begitu.
Semoga semua perbedaan yang gw lakuin selama deja vu panjang ini menghasilkan akhir yang berbeda dari kejadian pertamanya.
Not easy, but this will be worth it.
I still have two similar dreams to catch, there's no way I can let myself being traumatized by this dreamcatching project.
14.6.13
13.6.13
justru karena gw juga seringkali terlambat nanganin sakit gw karena toleransi gw yang tinggi terhadap rasa sakit maka gw begitu keras meminta kalian mengurus dengan baik sakit kalian. biar ga tambah parah. biar ga usah ada tanggung jawab yang jadi terbengkalai karena kalian sakit. biar kalian segera kembali baik-baik aja.
karena kalo kalian ga baik-baik aja maka sebagian diri gw pun ga baik-baik aja
(selfish reason, i know)
so,
i apologize to you for being harsh
and to you for (maybe, in your perception) intervening too much
Allahumma rabbannaasi, adzhibil
ba’sa, asyfi antasy syafii laa syifaa’a illa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqomaa.
Ya Allah Tuhan segala manusia,
jauhkanlah penyakit itu dan sembuhkanlah ia. Engkau yang
menyembuhkan, tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak
meninggalkan sakit lagi.
karena kalo kalian ga baik-baik aja maka sebagian diri gw pun ga baik-baik aja
(selfish reason, i know)
so,
i apologize to you for being harsh
and to you for (maybe, in your perception) intervening too much
Allahumma rabbannaasi, adzhibil
ba’sa, asyfi antasy syafii laa syifaa’a illa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqomaa.
Ya Allah Tuhan segala manusia,
jauhkanlah penyakit itu dan sembuhkanlah ia. Engkau yang
menyembuhkan, tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak
meninggalkan sakit lagi.
11.6.13
Subscribe to:
Posts (Atom)

