Pages

19.9.12

hey you,

i'm doing fine without you but i just realize that i did all things better when you're around there. ah, you were not around and you were not even near but i know you were there - over skype connection at the end of my day. sometimes we skipped few days or so but i still know you were there and i will talk to you eventually.

i just realized that talking with you somehow keeps my mind clear and sharp, no matter how heavy my workload is and how rough my days are. you are my dose of sanity. you are my anchor. you are not there anymore.

oh but i'm doing fine without you. just need some time to figure out how i used to function at my best, back then before you touched my life.

i know i'm not the only one who feel this loss, and i hope you deal with it better than me.

take care, you.
- me

---
i didn't cry reading 27daysofheartbreak.wordpress.com but i end up writing this, so the posts are powerful indeed. very well done, @k0nnyaku :)

18.9.12

insight of the midnight

of the things you can change, dare to make it better
of the things you cannot (not through your hands, not through the hands of others), accept and find inner peace

coz there are things and people that aren't worthy of your time and energy :)

so, bye, miss.
even if the authorities decide to keep you (bless their heart), from now on to me you're just a numbered dot on the field.

14.9.12

Obituari


Beberapa hari lalu ada yang pergi.
Berhenti jantungnya, terputus nafasnya.

Dia, cerita kita.

Hari pertama, aku tak percaya.
Dia tak mungkin pergi. Dia pasti cuma sedang melewati daerah yang susah sinyal dalam perjalanan pulang kampungnya. Sesampainya di rumah dia pasti akan mengabariku lalu sibuk bicara tentang punggungmu yang kaku setelah duduk berjam-jam, empal enak yang kamu makan di tempat perhentian saat sahur, dan pemandangan familiar yang menyambutmu di terminal. Lalu ia akan mengantar padaku lagu yang menemanimu sepanjang jalan dan foto sinar matahari yang menerobos daun-daun jati. Dia tak mungkin pergi. Dia tak mungkin pergi. Kan?

Sudah berhari-hari.
Aku memanggilnya biar kembali. Aku memanggilnya lirih, seperti bisik-bisik sayang sebelum kukecup kupingmu. Aku memanggilnya jelas, seperti cerita-ceritaku yang bertabur derai tawamu. Dia tak kembali. Aku menjerit memanggilnya, sampai parau suraku, tapi dia tidak juga kembali.

Lalu aku menangis.
Aku mengalun tangis seharian. Menatap kosong sambil berlinang air mata. Sesenggukan mendaras namamu. Menjerit marah dalam tekapan bantal. Begitu berganti-ganti. Tengah malam, habis sudah air mataku. Mengering di sudut mata yang tiap beberapa menit masih saja menatap layar ponsel, berharap namamu tiba-tiba menyala di sana. Isak-isak yang tersisa pun lelah sudah. Tertidur bersama sedih yang melubangi hati.

Mauku tidur saja terus.
Biar dia main-main di mimpiku, menjadi sosoknya yang biasa. Berat tanganmu di kepalaku. Hangat tubuhmu yang menguar saat kita duduk bersisian. Wangi yang tertinggal di jaketmu dan membuatku terlambat kuliah saat menyelimuti tidurku. Tawa kita, lagu-lagu yang kita tukar kirimkan dan nyanyikan bersama, mimpi-mimpi ragu yang kita saling yakinkan, dan segala hal di bawah matahari yang kita bicarakan berjam-jam.

Tapi waktu tidak berputar berbalik arah, bukan?
Maka ketika sudah bosan aku berguling-guling di carut-marut pecahan hati, turunlah aku dari tempat tidurku. Mandi. Mengguyur kepala dan sekujur badanku dengan air dingin. Melarung marah yang menggelegak dan sedih yang berombak. Sudahlah. Sudahi saja. "Mengapa?" memang masih tersisa tapi toh aku tak yakin mau mendengar jawabannya.

Jadi sudahi saja.
Kutabur bunga di pusara cerita kita.
Begitulah ingin kuingat dia, kelopak-kelopak cantik di atas catatan perjalananku.

oh you're so sweet, too sweet to forget
but you don't love me like i love you
it's not to be i regret

---
PS: Curang dikit gapapa yaa.. Kan emang ga harus tulisan baru ;p Paniang kapala den karano laporan kasus *ga tau kenapa dari tadi pagi suara dalem kepala gw pengennya ngomong bahasa Minang mulu haha*

"oh you're so sweet, too sweet to forget / but you don't love me like i love you / it's not to be i regret" - Too Sweet To Forget (Slank)

12.9.12

06.00
Bangun lalu stand by sambil ini itu (baca: riweuh mau ngerjain revisi kasus 2, ngetik laporan kasus 3, atau ngetik teori buat kasuistik hari Senin)

09.55
Lapaaar.. Jam 10an ke kampus ah..
*ngebayangin makan misoa/risol beli di gedung H & gulai ikan dari Mimi*

10.03
SMS masuk
"Ass apa bs nanti jam 11 di kntr sy? Tks ya"

Wuahahaha sampe kagak ni sejam ke Cilandak-sebelah-ga-tau-di-mana?

10.24
MANA INI 63 MANAAA???
Robbi yassir wa laa tu'assir..

10.30 kurang lah
Alhamdulillah 63 dateng.. Sekarang PRnya adalah... di mana turunnya yak? Hahaha..

10.55
"Selamat siang Mbak, saya mau ketemu Bu RAP"
"Oke tunggu ya"

Alhamdulillah mission accomplished :D
Gw rasa yang lagi gw jalanin ini bukan pendidikan calon psikolog tapi pendidikan calon agen rahasia/detektif swasta.

PS: Trus pas nunggu dapet SMS yang makin ngasih titik cerah buat move on dari kasus 2. Wihuuu alhamdulillah :D

11.9.12

#randomnotes


Don't call me
Don't write
Don't show up in the middle of the night
You know that we needed some time and space to breathe in 
I still recall the words you said to me
It's what you did not say that sets me free
Now how can I find peace of mind when you keep coming back again?
It's not okay for you to play this game of seesaw with my head
Now it hurts too much
And it hits too hard
And I won't play this part 
So now I say the things I want to say
Sometimes it's better letting go this way
I'll always know
Down in my soul
We really had so far to go
I've given all I had to give
And now it's time for me to live
And I won't look back
And I won't regret
Though it hurts like hell
Someday I will forget 
It's funny how we seem to end up here
I never thought I'd see this soul disappear
Dulu T'Juwee pernah nulis bagian yang ditebelin itu di pojok atas dinding Sekret pas habis sertijab dan bikin gw bertanya-tanya itu gimana nulisnya.

Betapa mudahnya Allah membolak-balikkan hati manusia
Dulu T' Ontjom pernah nulis ini di buchat CCK 2002 tentang jabatan-jabatan.

Lucu juga gimana sekarang dalam konteks yang sama sekali berbeda, yang gw inget justru kalimat-kalimat itu. Mungkin emang ada tempat yang akan selalu jadi tempat pulang yang paling bikin ngerasa pulang di antara semua tempat pulang *hyak, ribet..* atau ya sesederhana insight emang lintas kondisi aja. Hmm tapi pilihan pertama rasanya lebih hangat ya jadi gw pilih yang pertama aja deh *semau lu lah Ne* haha..

Sama kayak T' Juwee yang ga nulis bagian "Someday I will forget" di dinding Sekret, gw juga ga pengen lupa. Soalnya ya masa udah pernah seneng-seneng lalala trus dilupain aja gitu? Mending buat stok bahan Patronus kali :D

Terima kasih :)

8.9.12

LDR Macam Apa?

"Nin! I'm going to marry a man I've just met last week! This is totally crrrrrrrazzzyyyyy!"

Gue masih pengen nyengir kalo inget pesan yang gue terima lewat WhatsApp tadi pagi itu. Udah gila emang temen gue. Gila kerennya, menurut gue sih. Jadi, dia udah pacaran tiga setengah tahun, tapi cuma barengan setengah tahun doang. Sisa tiga tahunnya, LDR. Mereka jadian di akhir masa kuliah, terus pas lulus temen gue itu langsung kuliah S2 di Amerika setahun. Temen gue belom pulang, pacarnya berangkat ke Belanda buat S2 juga. Jadwal pulang mereka ga sinkron mulu, jadi selama tiga tahun mereka nyaris ga ada ketemuannya. Untung teknologi udah maju haha.. Setelah dilamar lewat Skype, akhirnya mereka bakal nikah besok. Pacarnya temen gue baru mendarat di Jakarta seminggu yang lalu, jadi yaaaa omongan temen gue itu ga salah-salah amat sih..

Gimana, keren gila ga tuh coba?
Tiga tahun LDR nyaris tanpa ketemuan tapi berhasil ga berpaling dari satu sama lain.
Nyembah deh gue. Haha..

Dan si gila yang selama tiga tahun selalu masang "and when I see you then I know it will be next to me" jadi status YM itu keliatan berbinar-binar banget sekarang di malam midodareninya. Gue yang nemenin di kamar aja sampe ketularan pengen senyum terus.

"Sas, gimana caranya sih bisa survive LDR-an gitu?"
"Hahaha klise sih, percaya sama komunikasi aja. Seru tau, karena ga barengan jadi selalu ada yang bisa diceritain. Trus dibawa santai aja, banyak hal bisa terjadi dalam tiga tahun kan, jadi ga usah janji yang muluk-muluk lah. Mau ngegebet orang juga silakan aja, asal bilang. Kalo gue pergi berdua cowok laen tapi ga bilang-bilang, nah, alarm tuh.. Hahaha.."
"Hoo gitu.. Ah keren keren.."
"Hahaha apaan.. Lo tuh lebih keren.. Udah 24 taun LDR kan lo.."
"Gue? 24 taun LDR? Dih, apaan.."
"Iya.."
"Ck ah.. Becanda banget sih Sas.. Pacar aja gue ga punya.."
"Naaaaah.. Justru! Lo tuh lagi LDR-an kepisah jauh banget, tau.."
"Maksudnya?"
"Lo sama jodoh lo tuh dipisahin sama waktu. Bisa banget orangnya udah ada di sekitar lo, cuma karena belom waktunya jadi yaaa ga sampe-sampe deh dia. Hahaha.."
"Huahahaha.. Teori macam apa itu Saaaaas.."
"Yeee, ga percaya.. Kan 'Wherever you are, whenever it's right, you'll come outta nowhere and into my life', Nin. Poinnya di waktu, bukan jarak. Kalo waktunya udah dateng, jarak tuh ga berarti apa-apa deh.."

Hmm.. Ajaib juga teorinya ya.. Tapi okelah gw terima. Lumayan, kalo ada sodara yang nanya "Pacarnya mana, Nin?" di kumpul keluarga kan gue jadi bisa jawab "Aku lagi LDR nih.." hahaha :D

---
"And when I see you then I know it will be next to me" - Closer (Travis)
"Wherever you are, whenever it's right, you'll come outta nowhere and into my life" - Haven't Met You Yet (Michael Buble)


7.9.12

Halo!

Jadi ceritanya, pagi ini dimulai dengan bangun jam 5 lewat trus mikir jadi mau berangkat pagi apa enggak. Aslik ya pengennya merem lagi aja trus tidur sampe siang, tapi untung pagi ini yang menang adalah suara dalam kepala yang masih waras. Jadi, hap! turun deh dari tempat tidur trus solat dan siap-siap.

Habis itu mikir-mikir lagi mau makan dulu apa enggak tapi kayaknya ga sempet jadi yaudahlah berdoa aja bisa berfungsi meskipun laper. Trus naik ojek, dan karena Ari bilang si 84 itu kalo pagi lebih penuh, gw naik dari Pocin deh. Alhamdulillah dapet duduk.

Trus gw pasang earphone dan tidur. Lalu pas bangun nengok ke jendela, "HAH, DI MANA INIIIIIH???" huahahaha gw yakin tempat gw harusnya turun udah kelewat. Sebagian isi kepala masih pengen mencerna keadaan, tapi untung sebagian lain langsung gerakin kaki buat bediri dan turun. Pas turun kedip-kedip bodoh doang haha celingukan, trus "OOOOOH" dengan lega karena ternyata kelewatannya dikit doang. Whatsapp Mimi trus Mimi bilang pas dia baru berangkat jadi gw bisa nebeng.

Tunggu punya tunggu sambil liatin plat mobil yang lewat, eh ga ada-ada tuh si TKK maupun TOZ. Setelah telponan & Whatsappan lagi... taunya Mimi udah lewat dan ga liat gw-_-"

Yasudahlah. Ini gw di 47 jangan sampe kelewatan turun lagi.

Selamat pagi semuanya, semoga hari ini baik-baik aja :)

FIGHT and WIN!!!

update
Tadi dengan pinternya gw ga kelewatan turun 47, tapi kecepetan " Haha njirlah skip amat..

5.9.12

Semoga Selalu Ada Matahari di Hati Saya


Mentari bernyala di sini
Di sini di dalam hatiku
Gemuruh apinya di sini
Di sini di urat darahku

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri sekitarku
Tak satu pun yang sanggup menghalangimu
Bernyala di dalam hatiku

Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap bernyala
Di sini di urat darahku

(Mentari - Iwan Abdulrachman)

Saya jarang banget mengakui hal ini karena sejujurnya takut nurunin pasaran hahaha tapi kali ini baiklah saya sebut: saya nggak terlalu suka anak kecil. Saya sama sekali bukan tipe perempuan yang akan menjerit "Kyaaaaa" kalau melihat foto bayi apalagi langsung ingin mengajak bermain dan menggendong kalau bertemu bayi beneran. Ya ada sih bayi-bayi yang saya anggap lucu, tapi sejujurnya terkadang saya bahkan bingung membedakan bayi laki-laki dan perempuan karena menurut saya muka bayi-bayi itu ya umumnya sama saja hehe.. Makanya saya suka bingung kalau ada yang nengok bayi baru lahir terus bisa dengan yakin bilang bayi itu mirip ayah atau ibunya.

Oke, saya mulai nggak fokus. Kebiasaan -_-"
Sampe mana tadi? Oh. Saya nggak terlalu suka anak kecil.

Iya, saya nggak terlalu suka anak kecil. Apalagi yang berisik dan berdiri-berdiri di kursi kereta pake sepatu dan saya curigai nggak bayar tiket. Eh kalau begini sih harusnya saya nggak sukanya sama orang tuanya ya.. Ya tapi intinya begitulah. Saya bisa langsung merasa sakit kepala mendadak kalau melihat segerombolan anak kecil yang kayaknya siap teriak-teriak dengan suara tinggi, kejar-kejaran, dorong-dorongan, terus berantem sampe nangis. Astaghfirullah.

Tapi saya nggak se-"dingin" itu kok.
Siapa yang nggak pengen senyum kalau ada anak-anak yang tingginya paling cuma sepinggang saya, berbaris rapi lalu menyalami dan membawa tangan saya ke pipinya (atau dahinya, atau hidungnya, atau bibirnya yang mengembang sampai bikin punggung tangan saya geli dan basah)? Jelas-jelas bukan saya :D

Dan anehnya, saya juga bisa jatuh sayang sama anak-anak tertentu.
Anak berumur hampir 11 tahun yang masih duduk di kelas 2 SD, tidak jelas bicaranya, dan beeeeerlari-lari ke sana ke mari waktu diperiksa. Anak yang mengecoh teman saya dan bersembunyi di bawah meja waktu sedang diperiksa. Anak dengan rambut berantakan dan bekas ingus di hidungnya yang selalu menyapa saya riang, "Kakak!" dan melambaikan tangan dari dalam kelas lalu sepulang sekolah menggandeng erat lengan saya berjalan menuju rumahnya sambil bercerita ini dan itu. Anak yang bolak-balik berjalan melewati saya dan teman-teman saya sambil tersenyum menyapa, "Ibu..". Anak perempuan berpipi gembil yang sering berdiri bengong menghadapi bukunya di kelas. ..dan sekian anak lain yang akan saya temui nanti :)

Saya seorang calon psikolog sekolah,
dan tentang anak-anak SD inilah hati saya paling berdebar-debar. Belum pergi ke sekolah saja saya semacam bisa merasakan sakitnya kepala mendengar teriakan-teriakan dengan suara tinggi di sekitar saya. Hahaha payah ya..

Oke, anggap saja ke-nggak terlalu suka-an saya sama anak kecil cuma selapis pagar duri di atar tembok tinggi yang bisa menghambat saya. Cuma salah satu lapis, lho, karena sungguh jadi psikolog itu nggak mudah. Lalu bagaimana?

Semoga selalu ada matahari yang menyetok kehangatan di hati saya. Saya sih masih nggak berani mengklaim akan jadi jalan terang buat orang lain, mungkin nggak akan pernah berani juga, tapi saya mau kehangatan yang saya punya bisa membantu orang lain melelehkan kebekuan-kebekuan di dalam dan sekitar dirinya supaya potensi di balik kebekuan itu bisa bikin hidupnya lebih nyaman. Semoga selalu ada matahari yang apinya menggemuruh di hati saya, melelehkan kebekuan-kebekuan yang bisa menghambat saya menyentuh dan membantu orang lain. Kalaupun terpaksa tidak ada bantuan yang bisa saya berikan, semoga hati saya selalu punya kehangatan yang bisa memeluk hati orang lain - agar mereka merasa nyaman dan diterima.

Semoga selalu ada matahari di hati saya.
Agar saya mengejar kebaikan yang bisa diraih di setiap terbitnya.
Agar saya mengeja "Esok masih ada harapan!" di setiap silamnya.
Untuk saya. Untuk sekitar saya.
:)

Lalala

Mungkin ada orang-orang yang kayak air garam.
Air garam makin diminum makin bikin haus. Orang-orang yang kayak air garam kalo pas ga ketemu ya yaudah tapi begitu ketemu dikit malah bikin ngerasa kangen. Aneh. Orang-orang itu yang aneh apa gw yang aneh?

Semua gara-gara Sabtu kemaren pas lagi nyebrang dari Stasiun UI menuju Balhut gw mengenali sesosok orang. Belom liat mukanya tapi gw tau siapa dia. Pas dia ngangkat kepala, benarlah :D Trus yaudah gitu doang, selintasan. Beberapa detik doang kali. Salaman dan bilang "maaf lahir batin ya" (eh iya ga sih? bahkan gw lupa saking cepetnya haha) trus dia nepuk pundak gw dan jalan pergi.

Udah. Segitu doang. Tapi gw seneng banget.
Trus habis itu jadi kangen. Ga sama dia doang, tapi sama kroni-kroninya juga. Padahal sebelumnya kalo ketemu juga gw diem doang. Nonton. Padahal kalo nanti ketemu juga gw diem doang. Nonton. Tapi gw suka nonton mereka.

Udah tiga hari sejak Sabtu.
Gw lagi bikin soal cerita dan kalo bikin soal cerita bawaannya pengen make nama-nama temen. Maka terketiklah "Budi" dan "Dedi" di soal. Karena "Taufiq" dan "Rendy" kurang sederhana untuk dibaca sedangkan "Ari" suku kata pertamanya bukan gabungan huruf.

4.9.12

Kata Atha Tentang Hijab


~ Dari twitnya @atharasyadi dengan tagar #IHSD, 
disunting oleh @sicune tanpa mengubah isi


4 September, hari solidaritas hijab sedunia? Aah, semoga ketangguhan selalu menyertai mereka yang bangga akan agamanya dengan senantiasa berhijab :)

Mungkin ngoceh dulu dikit kali ya soal jilbab pagi-pagi gini. Murni pandangan saya sebagai laki-laki, jadi mungkin akan banyak ngaconya.

Bagi saya yang memutuskan tidak akan mengenakan jilbab, perkara berhijab bagi wanita muslim itu wajib, konsekuensi dari keislamannya. Kenapa? Ya, karena itu perintah Allah dan dalilnya jelas. Silahkan cek QS An-Nur ayat 31 dan hadits-hadits terkait. Ko gitu? Maksa banget kesannya? Perkara wajib memang merupakan konsekuensi keislaman seseorang. Kurang lebih seperti sholat. Dosakah jika meninggalkan? Kebetulan perkara dosa-pahala bukan urusan saya, biar Allah aja yang ngatur. Yang penting kita paham. He he.

Bagaimana dong dengan yang belum berhijab dan katanya ngga syar'i jilbabnya? Buat saya sih ya itu tadi, ini soal kewajiban menutup aurat. Saya menganalogikannya seperti sholat. Ada muslim yang sholatnya rajin, ada yang tidak pernah, ada yang hanya waktu-waktu tertentu saja. Ada muslim yang sholatnya khusyu', ada yang buru-buru, ada yang kepikiran macem-macem. Ada muslim yang sholatnya di masjid, ada yang lebih suka di rumah, ada yang di kuburan (ngga boleh ini). Nah, begitu juga dengan berhijab. Dia merupakan suatu kewajiban. Tapi bagaimana pelaksanaannya ya kembali pada diri masing-masing. Lagi-lagi, yang penting kita paham. Kalau merasa belum benar, ya anggap saja ini sebagai ikhtiar kita untuk mencapai kesempurnaan. Kan bukan berarti ditinggalkan, seperti sholat :)

Terus gimana kakak kalau berjilbab tapi kelakuan masih belangsak, mendingan jilbabin hati dulu dong kalau gitu? Hayo, ada yang punya jawaban? :-D Karena hati ngga punya rambut, insya Allah ngga perlu kita jilbabin.

Buat saya, perkara menutup aurat dan memiliki akhlaq yang baik adalah dua hal yang beda. Sering ngga ditanya gini, "Mendingan perempuan baik tapi belum berjilbab, atau perempuan berjilbab tapi kelakuan ngaco?". Kedua perempuan tersebut memiliki kesamaan. Melakukan kebaikan di satu sisi, tapi meninggalkan sisi lainnya. Ya gitu aja, simpel. Mengenai timbangan kebaikannya gimana, ya silahkan aja nanti cek di akhirat. Karena kita manusia ngga ada yang tau. #okesip

Gitu amet jawabannya kakak? Yah, salah sendiri nanyanya mendingan mana. Mau 'mendingan' versi apa juga kan beda-beda, hahah..

Untungnya Islam tuh baik, ngasih kewajiban yang kelihatannya susah tapi ternyata banyak manfaatnya :) Sebagai identitas, pelindung dari laki-laki yang iseng, juga sinar ultraviolet. Juga sebagai pengingat dalam berperilaku. Karena dipakai terus, mestinya efektif. Ah iya, kebetulan itu bukan pengalaman saya. Cuman kesoktauan aja dari lihat-lihat lingkungan sekitar. Manfaat lain, inget aja, wanita yang menjaga kehormatannya justru jadi dambaan laki-laki yang insya Allah baik dan kenal agamanya. #uhuk

Mari kita sudahi kicauan ini dengan istighfar. Astaghfirullah.
Bagi mereka yang berhijab, semoga istiqomah dalam menjaga kehormatannya.
Bagi yang belum, semoga disegerakan.
Bagi laki-laki, jangan coba-coba pake jilbab.
Bagi para perempuan, silahkan timpuki saya karena bicara memang selalu lebih mudah. #peace

Mari kita saling mengingatkan dengan santun tanpa merendahkan apalagi menghujat Karena ada konsekuensi dari semua hal, begitu juga beragama.

Jika kelak ada hari solidaritas jenggot sedunia, semoga punya saya sudah tumbuh.
Ahahah, selamat pagi semua! :-D

2.9.12

Something Sweet For Sweet Person

Re berdiri berkacak pinggang di depan meja dapurnya. “4 telor, 210 gram  terigu, 400 gram gula pasir, 60 gram bubuk coklat, 225 mililiter minyak, 85 gram chocolate chips, 120 gram kenari, trus garem setengah sendok sama vanili sesendok,“ diabsennya satu per satu isi mangkuk yang ada di depannya, “Udah semua.. Loyang juga udah dilapis kertas trus dimentegain. Owkay..”. Re menyalakan pemutar musik di ponsel lalu meletakkan ponselnya di pojok meja dapur, bersandar di dinding. Ia tersenyum.
Malam itu Re berjalan-jalan di dunia maya seperti biasa. Klak klik sana sini, akhirnya ia sampai ke situs yang menjual berbagai kue kering. Re suka sekali lagu yang jadi musik latar situs itu. Dibukanya soundcloud pemilik lagu itu, tapi sayang sekali ia tidak menemukan tautan untuk mengunduhnya. Malam itu Re tidur dengan membiarkan situs kue kering tadi tetap terbuka.    
Re menyalakan oven, 180 derajat celcius. Matanya memejam sejenak, “Bismillah..”. Re membuka mata dan menggosok-gosok kedua telapak tangannya bersemangat. Ia lalu mengambil mangkuk kaca besar. Dituangkannya tepung terigu, bubuk coklat, dan vanili ke dalam mangkuk itu lalu diaduknya. Re menuangkan gula ke mangkuk berisi telur lalu mengambil mixer. Zrrrrrr.. Mixer menggerung lembut.
Re suka sekali lagu itu. Dibaginya lagu itu di laman tumblrnya, ditambah sebaris “Sayang sekali ga bisa diunduh” dan titik dua kurung tutup.
Campuran telur dan gula sudah mengembang, gulanya pun sudah halus. Re memasukkan garam lalu mengocoknya lagi sampai rata. Re mematikan mixer lalu mengambil ayakan. Diayakkannya campuran tepung ke dalam adonan telur. Serbuk coklat turun menghujani adonan putih dalam mangkuk.
Layar ponsel Re berkedip. Ada yang mengirimkan audio file lewat WhatsApp. “Apaan ni?” tanya Re. “Download aja dulu sih” balas si pengirim.  Re membalas lagi, “Lagi susah sinyal, nanti ya” lalu berdecak ketika membaca “Hehe yaudah terserah.. Oiya, jangan kaget kalo udah dengerin ya ntar #bikinpenasaran haha” di layar ponselnya. “Nyebelin sejuta. Hih,” Re kembali memasukkan ponsel ke saku celananya.
Re mengaduk adonan dengan sendok kayu. Makin lama makin berat. Tiap kali sendok berputar Re berdoa, “Semoga makanan ini bikin yang makan senang”. Tepung dan telur sudah bercampur rata, Re menuangkan minyak lalu mengaduk lagi. Sambil memperhatikan minyak berpusar menyatu dengan adonan, Re berdoa lagi untuk hal yang sama. Re mengadukkan kenari dan chocolate chips lalu menuangkan adonan ke loyang dan memasukkannya ke oven.
Penanda sinyal di kanan atas layar HPnya menyala hijau-oranye. Re segera mengunduh file tadi. 100%. Re menekan “play” lalu memekik girang saat mengenali lagu yang didengarnya.
Sudah 35 menit. Re membuka pintu oven, menarik rak, lalu menusukkan tusuk gigi ke brownies yang aromanya memenuhi seisi dapur. Serpih-serpih berwarna coklat yang melekat di tusuk gigi sudah tidak basah. Re mematikan oven lalu mengeluarkan loyang.
Re melirik jam tangannya, setengah delapan malam. Lagi-lagi ia harus mengerjakan tugas sampai malam di kampus. Re mematikan laptop. Orang yang duduk di sebelahnya menoleh, “Pulang?” tanyanya. Re mengangguk. “Eh Ar, gue udah download tuh” kata Re sambil membereskan barang-barangnya. Ar tertawa, “Terus? Udah tau itu apaan?” tanyanya tanpa mengalihkan pandang dari laptop-nya. Re ikut tertawa, “Yaaaah meskipun nyebelin sejuta, lo baiknya dua juta, jadi gapapa deh”. Ar menoleh dan mencebik. Re tertawa lagi, “Emang canggih lo ya.. Kok sama lo bisa di-download sih itu lagunya?”. Ar memasang tampang jumawa. “Makanya gue bilang juga lo install ini deh..” kata Ar sambil menunjukkan suatu program di laptop-nya.    
Re memotong brownies yang sudah dingin lalu memasukkannya ke kotak bekal. Re tersenyum sendiri membaca tulisan di post-it yang menempel di tutup kotak bekal.
I hope this bring smile to your face the way you bring smile to mine :)”


Resep: Pennylane Brownies by Riana Ambarsari

Anak Ribet Mau Main

Pengen main #30HariLagukuBercerita tapi ribet sendiri.

Keribetan pertama, lagi ga pengen membuka diri. Gimana banget mau cerita tentang lagu yang bikin inget hal tertentu tapi ga membuka diri? Ck ah.
Keribetan kedua, lagi pengen nulis (semi) fiksi. Ya okelah ini cocok ni buat mengatasi keribetan pertama, tapiiii... gw kalo nulis (semi) fiksi pasti ribet sama riset dan eksekusi trus akhirnya ga jadi nulis atau nulisnya berhenti di tengah jalan atau lama banget nulisnya -_-"
Keribetan ketiga, lagu yang kebayang mau dijadiin tulisan kok kurang dari sepuluh T_T

Muahahaha kalo ga ribet bukan gw lah..
Akhirnya mencanangkan proyek ini sebagai iseng-iseng belaka, bukan komitmen. Jadi kalo ga berhasil ga nyesel-nyesel amat gitu hahaha..

Oke. Jadi marilah!

1.9.12

Hah?

Udah September aja nih?
Agustus macam terbang, cepet banget sampe ga kerasa. Tau-tau Della udah bikin tulisan pertama buat #30harilagukubercerita aja.. Gw pengen ikut tapi lagu yang kepikir belom sampe 10 haha..

*trus udah, nulis gitu doang*

30.8.12

What did I say? What did I say?

I just said
Meskipun jungkir balik, (secara akademis) pengalaman sekolahku yang paling menyenangkan ya S2 ini..
after some 6 hours of writing case report.

My mom was flabbergasted haha..
..and, to be honest, so was I ;p

29.8.12

Obituari

Beberapa hari lalu ada yang pergi.
Berhenti jantungnya, terputus nafasnya.

Dia, cerita kita.

Hari pertama, aku tak percaya. 
Dia tak mungkin pergi. Dia pasti cuma sedang melewati daerah yang susah sinyal dalam perjalanan pulang kampungnya. Sesampainya di rumah dia pasti akan mengabariku lalu sibuk bicara tentang punggungmu yang kaku setelah duduk berjam-jam, empal enak yang kamu makan di tempat perhentian saat sahur, dan pemandangan familiar yang menyambutmu di terminal. Lalu ia akan mengantar padaku lagu yang menemanimu sepanjang jalan dan foto sinar matahari yang menerobos daun-daun jati. Dia tak mungkin pergi. Dia tak mungkin pergi. Kan?

Sudah berhari-hari.
Aku memanggilnya biar kembali. Aku memanggilnya lirih, seperti bisik-bisik sayang sebelum kukecup kupingmu. Aku memanggilnya jelas, seperti cerita-ceritaku yang bertabur derai tawamu. Dia tak kembali. Aku menjerit memanggilnya, sampai parau suraku, tapi dia tidak juga kembali.

Lalu aku menangis.
Aku mengalun tangis seharian. Menatap kosong sambil berlinang air mata. Sesenggukan mendaras namamu. Menjerit marah dalam tekapan bantal. Begitu berganti-ganti. Tengah malam, habis sudah air mataku. Mengering di sudut mata yang tiap beberapa menit masih saja menatap layar ponsel, berharap namamu tiba-tiba menyala di sana. Isak-isak yang tersisa pun lelah sudah. Tertidur bersama sedih yang melubangi hati.

Mauku tidur saja terus.
Biar dia main-main di mimpiku, menjadi sosoknya yang biasa. Berat tanganmu di kepalaku. Hangat tubuhmu yang menguar saat kita duduk bersisian. Wangi yang tertinggal di jaketmu dan membuatku terlambat kuliah saat menyelimuti tidurku. Tawa kita, lagu-lagu yang kita tukar kirimkan dan nyanyikan bersama, mimpi-mimpi ragu yang kita saling yakinkan, dan segala hal di bawah matahari yang kita bicarakan berjam-jam. 

Tapi waktu tidak berputar berbalik arah, bukan?
Maka ketika sudah bosan aku berguling-guling di carut-marut pecahan hati, turunlah aku dari tempat tidurku. Mandi. Mengguyur kepala dan sekujur badanku dengan air dingin. Melarung marah yang menggelegak dan sedih yang berombak. Sudahlah. Sudahi saja. "Mengapa?" memang masih tersisa tapi toh aku tak yakin mau mendengar jawabannya.

Jadi sudahi saja.
Kutabur bunga di pusara cerita kita.
Begitulah ingin kuingat dia, kelopak-kelopak cantik di atas catatan perjalananku.

Selamat jalan..

~ Ditulis setelah membaca dua 'serial' di Google Reader gw, diiringi Resah - Payung Teduh

Don't be sad coz it's over, 
be happy coz it happened :)

28.8.12

Akhirnya..

Fyuh.
Pinggang pegel dan rambut basah keringetan tapi gw senang sekali.

Setelah belasan (atau dua puluhan?) hari, akhirnya malem ini gw sendirian. Aslik beberapa hari terakhir kemaren gw udah senggol bacok abis karena selalu ada orang yang gw kenal di sekitar gw sehingga gw harus selalu berinteraksi. Se-la-lu. Sisi loner gw langsung stres hahaha..

Hari ini gw ke Depok lagi. Di kereta CommLine yang sepi tadi perasaan gw aneh. Kayak pergi tapi juga kayak pulang. Trus gw kaget sendiri. Ga pernah kepikir sebelumnya, Depok akan kerasa se-'rumah' ini buat gw :)

Hmm mungkin tadi itu rasanya "Oke, gw akan balik ke kehidupan normal gw, realita gw.. dan gw suka kehidupan itu :)"

Trus sampelah gw di Depok. Ga tau kenapa cecengiran aja gitu sambil jalan ke kampus. Masuk gedung C, denger berisik hahahihi dari atas. Mikir-mikir, hmm kayaknya kemungkinan besar ada yang lagi di lantai 1, lupa kalo sebagian besar mahasiswa masih libur haha.. Trus ke gedung H, naik lift, trus nyebrang dan sampe gedung C lantai 2 trus ngeliat ke bawah dan.. jengjeeeeeng.. lantai 1 kosong. Pasang kuping bentar, trus geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum. Kelas gw yang di lantai 2 berisiknya kedengeran sampe lantai dasar -____-" Buka pintu, senyum makin lebaaaaar karena liat muka-muka mereka daaaan... makanan-makanan di meja HAHAHA.. Trus ya, masa ada kue yang pengen gw rasain karena baca ini coba! Ih pucuk dicita ulam tiba banget hihihi.. Alhamdulillah.. Sampe kegirangan sendiri gw hahaha dan ternyata emang enyaaak meskipun ga sampe bikin bahagia :9

Kelar makan-makan, progress report kasus 2 dan briefing kasus 3. Begitu ditanya kemajuan laporan kasus 2.. siiiiing... Mbak Airin sampe nanya "Lho, mana keceriaan kalian tadi?" hahaha.. Padahal ya pas jawab santai-santai aja.. Trus makin siiiiing pas liat jadwal sampe Februari 2013. Padat merayap kayak arus mudik yang masih normal (kalo Jakarta-Cirebon 30 jam itu udah gilak namanya, tapi beneran ada lho taun ini). Gw sendiri langsung liat tanggal tertentu dan.. mencelos. Fuh.

Oke fast forward ke bagian seneng-seneng lagi. Selesai kelas, nonton Perahu Kertas :D Filmnya yaaah.. ga nyengat-nyengat amat, tapi seinget gw sih gw juga ga segitu kesengatnya pas baca bukunya, jadi okelah mayan. Apalagi pemeran-pemeran cowonya enak diliat semua hahahah.. Trus.. ah udahlah ini kan bukan lagi mau review film..

Trus sekarang di sinilah gw. Di kamar kosan gw yang gw suka banget.
Pinggang pegel dan rambut basah keringetan habis beberes-nyapu-ngepel kamar + gosok kamar mandi tapi gw senang sekali.

Akhirnya sendirian, ga harus berinteraksi sama siapa-siapa. Lega.
Enaknya sambil minum teh atau coklat anget gitu ya, tapi adanya air putih doang haha.. Gapapa, segini aja gw udah sangat bersyukur kok :) Apalagi bayangin habis ini mandi trus tidur dengan kamar digelapin. Aaah~

Alhamdulillah :)
 
Header Image from Bangbouh @ Flickr